4 Tempat Wisata Angker di Indonesia

4 Tempat Wisata Angker di Indonesia

4 Tempat Wisata Angker di Indonesia

 

Ada beberapa daerah wisata ‘angker’ di Indonesia. Meski menakutkan, kawasan-tempat ini masih diminati pelancong. Destinasi wisata ‘menyeramkan’ ini dikenal karena cerita-cerita masa lalunya. Cerita-cerita tadi menyebar ke tengah masyarakat hingga identik menggunakan nuansa mistis.

Mengutip berbagai sumber, berikut beberapa tempat wisata yg dikenal ‘angker’ serta menakutkan, tapi masih terawat dan mampu Anda kunjungi.

Komplek Kota Tua, Jakarta

Daerah Kota Tua atau Oud Batavia memiliki banyak bangunan zaman kolonial. hingga sekarang formasi bangunan tua masih dirawat dengan baik serta menjadi sentra wisata. pada antaranya Museum Fatahillah, Toko Merah, Kali besar , sampai Pelabuhan Sunda Kelapa.

Meski sekarang kawasannya sudah ramai, kesan mistis dari Kota Tua masih melekat. misalnya saja pada Museum Wayang yang konon ada makam pejabat Belanda di dalamnya. Selain itu, terdapat juga Toko Merah dekat Kali besar yg diklaim-sebut pernah sebagai kawasan pembantaian etnis Tionghoa sebelumnya.

Lawang Sewu, Semarang

Bergeser ke Semarang, pada kota ini terdapat tempat wisata ikonik bernama Lawang Sewu. kawasan ini dikenal ‘seram’ karena kisah masa lalunya. menurut sejarah, Lawang Sewu ialah gedung bersejarah milik PT Kereta barah Indonesia (KAI) yang pernah menjadi tempat kerja pusat kereta barah swasta Nederlandsch.

Bangunan Lawang Sewu bergaya Artdeco ala Eropa yang spesial dengan jumlah pintunya, yg syahdan mencapai lebih dari seribu. poly cerita mistis yg beredar pada masyarakat. contohnya saja, soal sebelumnya Lawang Sewu menjadi daerah penjara kejam serta terdapat bunker yang mempunyai lorong misterius.

Pemakaman Desa Trunyan, Bali

Daerah wisata ‘angker’ pada Indonesia berikutnya terdapat di Desa Trunyan, Kintamani, Bali. Desa ini adalah sebuah komplek pemakaman dengan tradisi tidak mengubur jasad orang yg meninggal dunia. Jasad yg tidak dikubur di pemakaman Desa Trunyan tersebut sebenarnya permanen diberi pelindung berupa rumah sangkar.

Model penguburan yang disebut tidak biasa ini poly menarik wisatawan sebab penasaran serta mengunjungi Desa Trunyan. Meski populer ‘menyeramkan’, pengunjung yang menerima izin memasuki ke komplek pemakaman Desa Trunyan wajib menjaga perilaku saling menghargai.

Fort Rotterdam, Makassar

Fort Rotterdam adalah benteng populer yang berlokasi pada pusat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Menurut data situs https://www.slotgacor.torturemuseum.com/ Benteng ini dibangun pada masa Kerajaan Gowa Tallo. Bagi warga lokal, Rotterdam acapkali dianggap Benteng Panyua karena bentuknya menyerupai penyu menjadi lambang kerajaan pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin.

Waktu Kerajaan Gowa Tallo jatuh ke tangan Belanda, Benteng Panyua pun berubah nama menjadi Fort Rotterdam dan tak jarang terjadi peperangan. Korban-korban yg meninggal usai peperangan di Fort Rotterdam dianggap membentuk daerah ini terkesan ‘angker’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RELATED POST

Tempat – Tempat Paling Seram di Dunia

Ketakutan alami dan supernatural ini terus menghantui sepanjang tahun. dunia diselimuti sang hantu, ketakutan, dan peringatan yang mengerikan. Asal dekorasi…

Gunung Lawu Yang Terkenal Mistis

Indonesia di kenal dengan banyaknya gunung berapi maupun yang bukan. Lalu seperti yang diketahui, gunung di Indonesia sebagian besar memiliki…

Misteri Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu dari sekian banyak lokasi pendakian di Pulau Jawa yang digemari para pendaki. Karena di…

Keangkeran Dan Banyaknya Hal Mistis Di Gunung Salak Bogor

Siapa yang tak kenal dengan destinasi Gunung Salak, terutama untuk warga Jawa Barat,Jakarta,Jawa, dan sekitarnya. Berbicara Gunung memang sudah tidak…